Kupas tuntas semua hal yang berkaitan dengan motor dan mobil kesayangan anda

Macam-macam Jenis Oli, Serta Tips Memilih Oli yang Benar

Macam-macam Oli, Serta Tips Memilihnya - Oli menjadi salah satu kebutuhan penting selain bahan bakar dalam pengoperasian sebuah kendaraan atau mesin. Oli berfungsi sebagai pencegah aus pada mesin, penghantar panas, pembersih, pencegah karat, dan penutup celah pada dinding mesin. Oleh sebab itu, setiap pemilik kendaraan harus rutin mengganti olinya agar dapat berfungsi dengan optimal.

Macam-macam Jenis Oli, Serta Tips Memilih Oli yang Benar

Dalam pemilihan oli, masyarakat dihadapkan dengan berbagai macam jenis yang tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Supaya Anda dapat menggunakan oli yang sesuai dengan kebutuhan, ketahui dan jenis-jenis oli berikut ini.

Macam-macam Jenis Oli

Oli terdiri dari empat jenis, yaitu oli cair, oli sintesis, oli semi cair, dan oli padat. Oli yang sering digunakan oleh masyarakat adalah olo cair, oli sintesis, dan oli semi sintesis. Berikut penjelasannya.

1. Oli Cair

Oli cair terbuat dari minyak bumi yang umumnya sering ditemui di pasaran. Maka dari itu, oli ini disebut sebagai mineral oil. Mineral oil terdiri dari empat macam, yaitu Paraffinic, Naphtenic, dan Aromatic.

• Paraffenic
Oli paraffenic dibuat dari hasil pemecahan molekul hidrokarbon pada minyak bumi. Oli jenis ini memiliki kestabilan viksositas dan tahan terhadap terjadinya oksidasi. Oli paraffinic memiliki titik tempertaur bakar dan alir tinggi. Dengan begitu, cairan yang ada dapat memadat dan tidak mengalir lagi. Oli ini baik digunakan pada mesin manufaktur dan industri.

• Naphtenic
Oli naphtenic diproduksi dari hasil penyulingan minyak bumi. Oli ini memiliki tingkat viksositas, titik bakar, titik alir, dan ketahanan oksidasi rendah. Hal ini mengakibatkan oli ini menjadi mudah terbakar hingga hanya cocok digunakan pada temperatur rendah seperti pendingin trafo industri dan pendingin pada proses permesinan.

• Aromatic
Oli aromatic merupakan oli hasil dari permunian oli paraffenic. Oli ini memiliki struktur hidrokarbon yang stabil sehingga memiliki titik bakar lebih tinggi. Karena olinya yang berwarna hitam pekat, oli ini digunakan untuk bahan bakar manufaktur, perekat, dan pengencer aspal.


2. Sintesis

Oli sintesis terbuat dari bahan organik atau anorganik dan bukan berasal dari minyak bumi. Sebenarnya oli ini termasuk ke dalam jenis oli cair yang merupakan perkembangan dari oli aromatic. Oli aromatic memiliki kekentalan yang cukup besar sehingga tidak bisa digunakan untuk pelumas mesin, sedangkan oli sintesis bisa. Oli sintesis terdiri dari:

• Polyalphaoefins
Oli ini menjadi jenis oli populer yang banyak digunakan dan merupakan hasil polimerasi dari molekul hidrokarbon.

• Polyglycols
Oli jenis ini dapat larut di dalam air dan tahan terhadap tekanan kerja tinggi walaupun tidak ditambahkan aditif lainnya. Oli ini terbuat dari proses oksidasi etilena dan propilena sehingga membentu polyglycol.

• Ester
Oli jenis ini memiliki ketahanan yang baik terhadap temperatur rendah maupun tinggi. Oli ester terbiat dari hasil sintesis antara air, asam, dan alkohol.

• Silikon
Oli silikon merupakan oli yang memiliki bentuk molekul rantai di mana viskositasnya tergantung pada panjang molekul rantai tersebut. Oli ini termasuk ke dalam polimer inorganik. Dari sekian banyak jenis oli silikon, terdapat oli silikon jenis polydimethylsiloxane yang terbuat dari silikon dan metilklorida.

3. Oli semi sintesis

Oli semi sintesis terbuat dari perpaduan oli mineral dan oli sintesis. Dalam oli semi sintesis, terkadung 30% oli sintesis. Oli semi sintesis ini dibuat sebagai pengganti oli sintesis yang harganya cukup mahal karena proses pengolahan yang sulit. Dengan adanya oli semi sintesis diharapkan ada oli berkualitas sebaik sintesis namun dengan harga yang lebih terjangkau.

Kelebihan dan Kelemahan Penggunaan Oli

• Kelebihan
a. Penggunaan oli sangat diperlukan dan cocok bagi mesin-mesin dengan putaran tinggi, seperti kendaraan bermotor.
b. Oli memiliki viskositas rendah sehingga dapat dengan mudah membentuk lapisan pelumas pada logam dan memastikan terdapat jarak antara kedua permukaan komponen untuk bertemu.
c. Oli berbentuk cairan sehingga mudah diserap dan menghantarkan panas.

• Kelemahan
a. Oli tidak bisa tahan terhadap oksidasi, air, dan kotoran seperti debu dan lainnya.
b. Oli membutuhkan sistem pendingin tambahan apabila bekerja pada temperatur yang sangat tinggi.
c. Oli harus diletakkan pada tempat yang cukup luas atau besar.
d. Oli membutuhkan sistem sealing agar mencegah kebocoran pada oli yang mengakibatkan keluarnya cairan dari tempat asal.

Tips Memilih Oli untuk Kendaraan

Supaya oli sesuai dengan kebutuhan kendaraan Anda, ikutilah tips berikut ini:

1. Pahami kendaraan Anda

Sebelum Anda menggunakan oli, terlebih dahulu cari tahu mengenai mesin dari kendaraan Anda. Biasanya jenis mesin  tertera pada STNK dan buku pedoman. Setelah itu, kenali lingkungan tempat Anda berkendara meliputi jenis jalanan, suhu, serta keadaan udara. Lingkungan tempat berkendara juga mempengaruhi jenis oli yang harus digunakan sebab kendaraan yang sering digunakan pada jalanan menanjak dan berbatu tentu beda dengan kendaraan yang sering digunakan di jalanan aspal dan lurus.

2. Perhatikan kadar kekentalan oli

Setelah Anda memahami kendaraan yang dimiliki, selanjutnya bacalah kadar kekentalan oli pada kemasan yang tertera. Di setiap kemasan oli terdapat kode pengenal oli yang ditulis dengan hurus SAE. Kemudian, di belakang huruf SAE terdapat angka yang merupakan kadar kekentalan oli dan huruf W yang artinya winter. Misalnya, SAE 15W-40,  berarti oli tersebut memiliki tingkat kekentalah SAE 15 untuk suhu dingin dan tingkat kekentalan 40 untuk suhu panas.

3. Perhatikan kualitas oli

Anda bisa mengetahui kualitas dari oli yang akan Anda gunakan melalui kode API yang tertera. Contoh: “API:SL”, huruf S menandakan bahwa oli tersebut digunakan oleh mesin untuk bensin. Sedangkan huruf L menunjukkan nilai kualitas dari oli. Semakin huruf kedua dekat dengan huruf Z, maka semakin baik kualitas oli tersebut.

4. Tentukan pilihan antara oli sintesis atau oli mineral

Oli sintesis disarankan untuk digunakan pada mesin dengan teknologi baru di mana membutuhkan sebuah pelumas yang berkualitas lebih baik. Mesin keluaran terbaru umumnya memiliki celah antar logam yang lebih sempit sehingga diperlukan sebuah oli yang mampu mengaliri dengan sempurna. Oli sintesis memiliki kestabilan temperatur sehingga menyebabkan tingkat penguapan menjadi rendah. Sedangkan untuk oli mineral dapat digunakan untuk mesin-mesin keluaran lama.

Itulah macam-macam oli beserta dengan kelebihan dan kekurangannya yang bisa dijadikan bahan pertimbangan. Selain itu, terdapat juga tips untuk memilih oli supaya dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Macam-macam Jenis Oli, Serta Tips Memilih Oli yang Benar